Hasil Keton Tinggi? Wajib Tahu! Apakah Butuh Pemeriksaan AGD Segera? Ini Jawaban Dokter
INFOLABMED.COM – Pernah melakukan tes urine atau darah dan mendapati hasil keton tinggi? Jangan anggap remeh. Keton adalah zat kimia yang diproduksi hati saat tubuh kekurangan insulin dan terpaksa membakar lemak sebagai energi. Kondisi ini paling sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1, namun juga bisa muncul pada diabetes tipe 2 dengan stres berat atau infeksi.
Pertanyaan besar yang sering muncul di benak pasien dan keluarga: "Hasil keton tinggi, apakah butuh pemeriksaan AGD?" Jawaban singkatnya: SANGAT BUTUH, terutama jika disertai gejala tertentu. Mari kita bedah tuntas.
Apa Itu Pemeriksaan AGD?
AGD (Analisa Gas Darah) atau dalam istilah medis Arterial Blood Gas (ABG) adalah pemeriksaan darah yang diambil dari arteri (biasanya di pergelangan tangan). Tes ini mengukur:
- pH darah (derajat keasaman)
- Kadar oksigen (pO2) dan karbon dioksida (pCO2)
- Bikarbonat (HCO3)
- Saturasi oksigen
Pemeriksaan AGD adalah standar emas untuk mendiagnosis asidosis metabolik, yaitu kondisi darah terlalu asam. Dan ketoasidosis diabetik (KAD) adalah salah satu penyebab asidosis metabolik paling berbahaya.
Kapan Keton Tinggi Menjadi Darurat?
Hasil keton tinggi dibagi menjadi beberapa tingkatan:
- Ringan (0.5 - 1.0 mmol/L): Waspada, perbanyak minum air putih dan suntik insulin sesuai skema.
- Sedang (1.1 - 2.9 mmol/L): Risiko KAD meningkat. Hubungi dokter segera.
- Berat (≥ 3.0 mmol/L): BAHAYA. Segera ke IGD.
Apakah Butuh Pemeriksaan AGD pada Keton Tinggi?
Ya, pemeriksaan AGD WAJIB dilakukan jika:
- Kadar keton ≥ 3.0 mmol/L (atau +++ pada tes urine strip).
- Gula darah > 250 mg/dL disertai mual, muntah, atau nyeri perut.
- Pernapasan cepat dan dalam (disebut Kussmaul breathing) – napas seperti orang kehabisan napas.
- Bau mulut seperti aseton/buah busuk.
- Pasien tampak bingung, lemas luar biasa, atau pingsan.
Mengapa AGD Sangat Krusial?
Tanpa AGD, dokter hanya tahu bahwa keton tinggi, tapi tidak tahu seberapa asam darah pasien. pH darah normal adalah 7.35 - 7.45. Pada KAD, pH bisa turun hingga di bawah 7.0, yang berakibat fatal: henti jantung, kerusakan otak permanen, atau kematian.
Hasil AGD akan menunjukkan:
- pH < 7.3: Asidosis metabolik ringan-sedang.
- pH < 7.0 atau HCO3 < 15: Asidosis berat → butuh rawat inap ICU dan infus bikarbonat.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Melakukan AGD?
Jika hasil keton tinggi tetapi Anda tidak segera memeriksakan AGD dan hanya minum obat di rumah, risiko yang mengintai adalah:
- Ketoasidosis diabetik penuh dengan penurunan kesadaran (koma diabetik).
- Dehidrasi berat hingga syok hipovolemik.
- Gagal ginjal akut akibat beban asam berlebih.
Bagaimana Prosedur Pemeriksaan AGD?
AGD dilakukan oleh perawat atau dokter laboratorium. Darah diambil dari arteri radialis (pergelangan tangan) menggunakan jarum khusus. Rasa nyut-nyutan memang lebih terasa dibanding vena biasa, namun hasilnya sangat vital. Hasil biasanya keluar dalam 10-15 menit.
Kesimpulan
Jawaban tegas untuk pertanyaan "hasil keton tinggi apakah butuh pemeriksaan AGD?" adalah YA, WAJIB, terutama jika keton mencapai level sedang hingga berat disertai gejala sistemik seperti mual, napas cepat, atau penurunan kesadaran. Jangan tunda, segera bawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat. Di IGD, selain AGD, dokter juga akan memberikan cairan infus, insulin intravena, dan koreksi elektrolit.
Ingat, ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan medis yang bisa dicegah kematiannya jika ditangani cepat. Jangan pernah menganggap enteng hasil keton tinggi di rumah.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link : https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link : https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link : https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link : https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].
Post a Comment